Laporan Pertandingan: Real Madrid 3-1 Liverpool

Gareth Bale mengemas dwigol usai masuk dari bangku cadangan untuk membawa Real Madrid mencetak sejarah emas tiga kali beruntun juara Liga Champions. Real Madrid menggoreskan sejarah emas tiga kali berturut-turut menjuarai Liga Champions di era modern seiring kemenangan 3-1 atas Liverpool dalam final seru di NSC Olimpiyskiy Stadium, Kiev, Ukraina, pada Minggu (27/5) dini hari WIB. Supersub Gareth Bale ini tampil sebagai pahlawan Los Merengues berkat dua gol yang dicetaknya setelah turun dari bangku cadangan. Sementara, dua kesalahan fatal kiper Loris Karius menjadikannya pesakitan untuk The Reds dalam pertandingan yang diwarnai cederanya Mohamed Salah dan Dani Carvajal. Hasil ini memastikan terwujudnya La Decimotercera alias titel ke-13 untuk Madrid, membuat mereka semakin dominan sebagai raja turnamen termegah Eropa. Sejarah hadir pula bagi Zinedine Zidane, yang menyamai rekor tiga kali juara Bob Paisley dan Carlo Ancelotti.

Sebaliknya, buat Jurgen Klopp, kekalahan ini membikin rekornya makin buruk di final. Sekarang pelatih Jerman itu telah enam kali beruntun harus menyerah di partai puncak. Klopp menurunkan komposisi terkuat yang dimilikinya, mengandalkan trisula maut Salah, Roberto Firmino, serta Sadio Mane di garis depan. Sementara, sedikit kejutan di kubu Madrid adalah keputusan Zinedine Zidane meminggirkan Bale dari kesebelasan inti. Sang bos mengusung pola 4-4-2 berlian dengan Isco tampil sebagai pendukung duet Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema. The Reds mengawali laga dengan spartan, memberikan tekanan ketat pada El Real. Dibekali pengalaman tinggi, Madrid tetap tenang menghadapi pressure lawan, bahkan dapat mencuri kans saat Ronaldo melepas tendangan melenceng dari umpan Dani Carvajal. Adapun Liverpool beroleh peluang emas dari tembakan Trent Alexander-Arnold. Penyelamatan solid Keylor Navas mempertahankan skor kacamata. Dinamika laga berubah seketika setelah Salah harus ditarik keluar pada setengah jam permainan. Bintang Mesir itu tampak terisak-isak meninggalkan lapangan akibat problem bahu menyusul duel dengan Sergio Ramos. Tujuh menit kemudian Madrid juga melakukan pergantian dini seturut cederanya Carvajal, namun mesti diakui dampak kehilangan ini tidak sebesar yang dirasakan Liverpool. Los Blancos mengambil alih inisiatif serangan, bahkan sempat menggetarkan jala Liverpool dua menit jelang interval. Namun, sundulan Benzema menuntaskan bola rebound dari upaya Ronaldo yang ditepis Loris Karius tak disahkan sebagai gol lantaran off-side . Hanya tiga menit di awal babak kedua kembali Madrid nyaris memecahkan kebuntuan. Tendangan Isco dari jarak 15 yard telah menaklukkan Karius, tetapi batal berbuah gol karena menerpa mistar. Tidak berselang lama, blunder konyol Karius akhirnya menghadiahkan keunggulan untuk Madrid. Setelah menangkap sebuah umpan yang tidak berbahaya, kiper Jerman itu malah melakukan lemparan yang terlalu lemah. Bola dicegat Benzema, yang bagai mendapat durian runtuh dan mencetak salah satu gol termudah dalam kariernya, seperti di semi-final kontra Bayern Munich. Skor 1-0 untuk El Real cuma berusia empat menit. Liverpool membalas kontan melalui sontekan Mane meneruskan umpan sundulan Dejan Lovren dari situasi sepak pojok (55′). Zidane merespons gol penyeimbang Liverpool dengan menarik Isco untuk memberikan tempat kepada Bale, sekaligus mengubah formasi tim menjadi 4-3-3. Sang supersub langsung menghasilkan impak instan dengan melesakkan gol super untuk mengantar Madrid memimpin lagi. Umpan silang Marcelo disambut eks Tottenham Hotspur itu dengan tendangan salto spektakuler yang tak kuasa dijangkau Karius. Aksi brilian Bale dipastikan akan dikenang sebagai salah satu gol terindah dalam sebuah laga final Liga Champions. Laskar Klopp menolak mengibarkan bendera putih begitu saja. Mane, penampil terbaik Liverpool sepeninggal Salah, hampir menaklukkan Navas untuk kali kedua di menit ke-70. Setelah berpenetrasi menerobos pertahanan Madrid, sayap asal Senegal ini mendentumkan tembakan yang, sayangnya, hanya mengenai tiang. Perlawanan Si Merah pada akhirnya tamat di menit ke-83 setelah Bale melesakkan gol keduanya berkat “bantuan” blunder kedua Karius. Menghadapi sepakan jarak jauh Bale, bekas penjaga gawang Mainz tersebut gagal membuat antisipasi sempurna sehingga bola malah masuk. Kedudukan akhir 3-1 mengesahkan Madrid sebagai raja Eropa untuk kali ke-13 sepanjang sejarah. Artikel dilanjutkan di bawah ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *